Contoh Pantun Teka-teki dan sejarahnya
Doc. Freepik.com - Pantun Teka-teki

Contoh Pantun Teka-teki dan sejarahnya

Contoh Pantun teka-teki

dari banyak sekali beragam sastra indonesia yang terkenal, ada sastra yang masih elok sampai saat ini, seperti puisi, pantun dan lain-lain. Mungkin bukan hanya istilah tapi memang sastra yang satu ini memiliki keunikan tersendiri.

Pantun

Pantun adalah naskah fiksi atau puisi lama yang terdiri dari empat baris, baris pertama dan kedua sebagai sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi, dan memiliki sajak A-B-A-B.

Ada banyak kategori dari sebuah pantun, seperti pantun jenaka, pantun nasehat, pantun teka-teki, pantun anak-anak, pantun agama dan masih banyak lagi.

Di pembahasan kali ini, kita akan mencoba membahas dan memberi contoh dari pantun teka-teki, dan pantun lainya yang perlu kamu ketahui.

Sejarah Pantun

Dari sejarah sebuah puisi lama yang satu ini, banyak sekali asal usul yang cukup rumit dan panjang. Banyak persamaan antara beberapa kata dengan kata yang lain, dan memiliki arti yang berdekatan.

Pada bahasa jawa, pantun yang memiliki arti seperti kata “parik” yang di maksud pari, yang memiliki arti paribahasa atau peribahasa.

Kata pantun berasal dari kata “patun” dalam bahasa minang artinya penuntun.

Pantun merupakan karya sastra lisan yang pertamakali di bukukan oleh Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau, eorang sastrawan yang hidup sezaman dengan Raja Ali Haji.

Awalnya pantun merupakan puisi atau senandung rakyat yang di nyanyikan, pantun pertama kali muncul dalam sejarah melayu dan hikayat-hikayat yang sezaman dan di sisipkan syair-syair.

Pada akhirnya, pantun menjadi budaya orang-orang Melayu yang patut dilestarikan sampai sekarang. Karena selain indah dan enak didengar, sastra lisan ini sering dipakai pada acara-acara resmi hingga bercandaan anak-anak.

Pengertian Pantun Teka-teki

Pantun Teka-teki adalah sebuah naskah puisi lama yang di jadikan sebagai permainan dalam karya sastra. Dari susunan sebuah pantun, di dalamnya terkandung sebuah pertanyaan di bagian akhir yang menarik untuk di jawab.

Salah satu manfaat daripada pantun teka-teki, bisa merangsang kinerja otak dengan membayangkan apa yang tersirat di dalam fiksi tersebut, sehingga mengasah imajinasi dan juga kinerja pada otak.

Bukan hanya karena bisa merangsang kinerja otak, teka-teki yang di kemas dengan sastra dan keunikan nya tersendiri, membuat ciri khas yang hanya bisa di temu di sastra ini.

Ini beberapa contoh dari pantun Teka-teki.

1. Membawa balok berisi batu,
Dibawa buruh disusun rapi,
Anaknya banyak ibunya satu,
Bila bersentuh berapi-api?
(Korek Api)


2. Pisau lipat dimainkan kera,
Tangan terluka ia pun terjun,
Makan kuat tidak terkira,
Tidak pun kenyang tahi bertimbun?
(Api)


3. Janganlah kamu suka mengolok,
Bisa-bisa rugi akhirnya,
Ada daun tak punya pokok,
Setiap bangunan memilikinya?
(Pintu)

4. Menanam pohon di taman luas,
Taman pun indah berwarna-warni,
Ia termasuk binatang buas,
Janggutnya lebat dan pemberani?
(Singa)

5. Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk di hidung?
(badak)

6. Lihat adik berwajah muram
Baru jatuh dari sepeda
Berbentuk kotak berwarna hitam
Bisa melihat apa saja
(televisi)

7. Sore-sore lagi main bola
Tidak lupa ajak teman-teman
Ditusuk-tusuk tapi banyak yang suka
Kira-kira apakah gerangan?
(sate)

8. Jikalau tuan tajuk cendana,
Ambil gantang sukatkan pulut,
Jikalau tuan bijak bijaksana,
Binatang apa tandung di mulut?
(Nyamuk)

9. Bukan kerang atau siput,
Berkaki bertangan bukannya kompot,
Terkelip-kelip duduk terseliput,
Merayap sepanjang di paya di rumput.
(Penyu)

10. Burung nuri burung dara,
Terbang ke sisi taman kayangan,
Cubalah cari wahai saudara,
makin diisi makin ringan,
(Balon)

Dari beberapa contoh pantun teka-teki, ada beberapa rekomendasi pantun kategori lainya yang saya sediakan untuk anda.

Pantun Nasehat

Pantun Nasehat adalah pantun yang isinya mengandung nasehat agama, moral,dan lainnya dengan tujuan mendidik pembaca agar menerapkan nasehat tersebut.

Dengan penyajian dari sebuah nasehat yang di kemas dengan sastra, sebuah nasehat akan terdengar menarik dan akan mudah di ingat oleh anak-anak, sehingga semakin memudahkan dalam mengajadi moral kepada anak-anak.

Pada naskah puisi lama jenis ini, di susun agar memiliki sifat mengajak, memberi contoh, memberi pengertian, kepada pendengar atau pembacanya.

Ini beberapa contoh dari pantun Nasehat.

1. Bikin mie ayam pakai sawi
Ditambah bakso nikmat sekali
Keharusan menjadi manusiawi
Jadilah rakyat yang cinta damai

2. Makan nasi pakai bakwan
Disiram pakai kuah kari
Nusantara penuh keragaman
Lestarikanlah potensi negeri

3. Ke luar kota menjual tabung
Tabung dijual lalu dibeli lagi
Jangan lupa rajin menabung
Agar kau kelak tidak merugi

4. Mainan baru membuncah hati
Mainan rusak adik tangisi
Berilmu itu harus rendah hati
Semakin merunduk tanda kau berisi

5. Ke pasar raya membeli anting
Anting dibeli berjumlah lima
Tahu sesuatu itu penting
Paham perkara itu yang utama

Pantun Jenaka

Pantun Jenaka adalah jenis sastra puisi lama yang isinya menghibur bagi si pendengar atau pembacanya, yang membuat tertawa bagi para pendengarnya.

Karya sastra ini memiliki banyak arahnya seperti Pantun jenaka Lucu, pantun jenaka cinta, dll.

Puisi lama ini sering menggunakan unsur-unsur seperti hewan atau benda mati untuk di jadikan sesuatu yang lucu.

Ini beberapa contoh pantun jenaka.

1. Burung terbang memakai topi
Terbang keawan seperti mimpi
Tertawa hati karena geli
Melihat kuda asyik bernyanyi

2. Prasasti di daun lontar
Ada kecap cap bango
Ada anak sok pintar
Ditanya planga-plongo

3. Memasak ikan di di dalam peti
Paling enak di campur terasi
Gayanya aja kayak selebriti
Tapi dompetnya kagak berisi

4. Pagi hari tanam bawang
Ada ular berkelat kelit
Seringkali minjam uang
Giliran dipinjam benar-benar pelit

5. Lebih baik warna kuning
daripada warna ungu
Lebih baik gigi kuning
daripada putih namun palsu

Pantun Agama

Pantun Agama adalah Pantun yang memberikan nasehat dalam beragama dan berhubungan dengan tuhan, pantun ini memiliki sifat yang religius dan memberikan nasehat sesuai kepercayaan agama masing-masing.

Dengan pantun ini, banyak nasehat-nasehat yang bisa kita kemas agar terdengar unik dan tidak biasa, dengan tujuan agar mudh di ingat dan mudah di pahami.

Ini beberapa contoh pantun agama.

1. Buat patung untuk dijual
Patungnya terbuat dari tanah
Jika kau ingin beramal
Pahamilah makna istiqomah

2. Pergi kepasar membeli kerang
Kerangnya dimasak dengan sayur
Jika masih merasa kurang
Pertanda hati yang tak bersyukur

3. Air dan api slalu berlawanan
Langit dan bumi adalah berjauhan
Kalau hati penuh kedengkian
Siapalah orang yang akan mau berteman

4. Saya pergi beli tembaga
Saya pakai untuk merekatkan parang
Apabila ingin masuk surga
Sering-sering mengaji dan sembahyang

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicoba

Kesimpulan

Pada pembahasan kali ini, pantun merupakan jenis puisi lama yang masih populer di zaman sekarang, dan harus kita lestarikan sebagai warisan dari dunia.

Seni bukan hanya sesuatu yang di buat dengan tangan, pahatan. Namun seni juga memiliki bentuk yang bisa kita dengarkan.

Beberapa kategori Pantun yang di buat, membudahkan bagi kita untuk berkarya, agar senantiasa merasakan keindahan yang di miliki oleh sebuah seni.

Mengajak, menasihati, memberikan arahan yang di kemas secara apik, akan memudahkan bagi pendengar untuk selalu ingat dan memahami dengan mudah.

Terimakasih atas waktunya, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua

Wassalam.

Baca Juga : Samsung S6 edge – Pioneer Inovasi Smartphone

Source : Materi Pantun Teka-teki

Leave a Reply

Close Menu